Dede Yusuf-Laksamana Canangkan Program Tri Bakti

dylex

Bandung: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Dede Yusuf Macan Effendi-Laksamana Zaenal secara resmi mencanangkan program Tri Bakti. Program Tri Bakti merupakan tiga konsep pembangunan yang ditawarkan kepada masyarakat Jawa Barat. Pertama menjemput yang tertinggal, kedua berdaya babarengan, dan ketiga berkahnya keberagaman.
Menjemput yang tertinggal maksudnya adalah pemerataan pembangunan di berbagai bidang kehidupan dan lapisan masyarakat. Menurut Dede, pembangunan di Jawa Barat saat ini belum merata, ketimpangan antar wilayah dan sektor masih jelas terlihat.

Contohnya pembangunan di wilayah Pantura dan pesisir Selatan yang masih jauh tertinggal dibandingkan wilayah sabuk ibukota dan Priangan. Oleh karena itu Dede mendorong pemerataan melalui pembangunan bandara di Majalengka, pelabuhan di Karawang dan jalan raya Palabuhan Ratu-Pangandaran. Termasuk juga di dalamnya pemekaran kota dan Kabupaten baru di pesisir utara dan selatan.

“Jangan ada lagi ketimpangan dan kesenjangan hidup antara kelompok satu dan lainnya, antara wilayah satu dengan yang lainnya,” kata Dede.
Lalu, berdaya babarengan artinya pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Dede ingin, pemerintah dan masyarakat tidak jalan sendiri-sendiri, melainkan beriringan satu sama lain.
Misalnya dalam hal pemberantasan korupsi, pemerintah sediakan PO BOX laporan pengaduan masyarakat. Begitu pula dalam bidang ekonomi, dimana masyarakat harus diberdayakan melalui kucuran modal lebih banyak untuk sektor usaha mikro.
“Pemerintah dan masyarakat harus melangkah ‘babarengan’, pemerintah jangan merasa pintar sendiri, karena tanpa bantuan masyarakat pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan persoalan. Maka sangat perlu pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik,”katanya
Adapun berkahnya, keberagamannya adalah ketentraman dan kerukunan hidup bermasyarakat. Menurut Dede, tanpa adanya lingkungan yang nyaman maka kehidupan masyarakat tidak akan aman. Oleh karena itu, diperlukan penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif agar pembangunan bisa berjalan.
“Ketentraman hidup hanya bisa terwujud jika pemerintahnya cepat tanggap, quick respon, tidak menunda-nunda persoalan. Maka saya akan mengajak seluruh dinas sering turun ke bawah melihat masalah langsung di lokasi. Pemerintah jangan asyik di hotel berbintang dan ruang AC menunggu terima laporan saja,” ujarnya.
Ketentraman juga diwujudkan melalui silaturahmi dan komunikasi yang dilakukan secara intensif antara seluruh pihak yang terkait baik vertikal maupun horizontal. Menurut Dede, sering kali konflik yang ada di masyarakat akibat tersumbatnya komunikasi antar berbagai pihak.
“Kita bangsa beradab dengan budaya luhur yang sangat mulia, tidak ada masalah yang tidak bisa dibicarakan secara baik-baik. Berbagai demo anarkis itu terjadi karena mereka tidak pernah diajak bicara, ini yang harus kita buka, selesaikan semua secara musyawarah kekeluargaan,” terangnya.
Dede yakin program Tri Bakti akan jika dijalankan akan mampu membawa Jawa Barat menjadi lebih maju dibanding saat ini. “Kami tidak mau muluk-muluk, cukup Tri Bakti ini saja sebagai solusi babarengan,” pungkas Dede.(klikdedeyusuf/dik) Sumber http://www.demokrat.or.id
Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s